COVID Varian Baru Omicron Picu Pembatasan Perjalanan dari Afrika Selatan

covid-19-corona-ilustrasi-6
Pandemi COVID menyebar ke seluruh dunia. (Ilustrasi)

maiwanews – Ditemukannya varian baru COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) memicu kekhawatiran berbagai negara. Beberapa diantaranya telah mengambil kebijakan pembatasan perjalanan luar negeri khususnya dari Afrika Selatan, negara di mana varian ini pertama kali ditemukan. Kemudian terdeteksi juga di Belgia, Botswana, Israel, serta Hong Kong.

Australia Sabtu (27/11/2021) dan beberapa negara lain memberlakukan pembatasan perjalanan dari Afrika Selatan (Afsel). Negeri Kangguru ini melarang warga negara asing dari Afsel untuk masuk, sementara warga Australia harus terlebih dahulu menjalani karantina selama 14 hari.

Sehari sebelumnya, kebijakan pembatasan perjalanan dari Afrika Selatan juga dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), Brazil, Kanada, dan negara-negara Uni Eropa. Sementara Jepang mengumumkan akan menambah kontrol perbatasan ke tiga negara di kawasan Afrika setelah sebelumnya kebijakan itu dilakukan terhadap Afrika Selatan, Botswana, Eswatini, Zimbabwe, Namibia, dan Lesotho.

Meski telah dilakukan pembatasan perjalanan, masih terbuka peluang varian baru virus korona masuk ke suatu wilayah. Pihak berwenang Inggris pada hari Sabtu mengatakan ditemukan dua kasus. Varian baru COVID juga terdeteksi di Jerman dan Republik Ceko.

Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) memberi julukan sebagai varian mematikan terhadap omicron. Virus varian ini berpotensi lebih menular dibanding varian sebelumnya. Namun belum diketahui apakah varian baru ini lebih parah atau tidak dibanding varian corona lainnya. (VOA)