Daeng Kio, Merintis Usaha Percetakan Bermodalkan Mesin Bekas

20211012-daeng-kio
Daeng Kio (Dany Pallangga).

maiwanews – Bisnis percetakan merupakan salah satu bidang usaha yang terbilang stabil, tidak ada musimnya, keuntungannyapun cukup lumayan. Salah seorang pelaku usaha di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Provinsi Sulsel (Sulawesi Selatan), Daeng Kio (Dany Palangga) telah menekuni usaha percetakan sejak beberapa tahun lalu.

Ia mulai merintis usaha bermodalkan mesin Gestner bekas. Awal mula membangun bisnisnya bukan tidak melalui masa-masa sulit. Dalam pengakuannya kepada maiwanews Selasa 12 Oktober Daeng Kio mengatakan “hal paling sulit dalam membangun bisnis percetakan ini selain kualitas hasil cetakan, juga bagaimana membangun sebuah kepercayaan dan pelayanan yang baik bagi konsumen.

Seiring dengan berjalannya waktu, Daeng Kio mampuh membesarkan usaha percetakan yang dari awalnya hanya percetakan rumahan, kini sudah menjadi usaha percetakan berbadan hukum dengan nama CV Alifia Grafika. Percetakan ini berlokasi di Jalan Baso Dg Ngawing, Kecamatan Pallangga Kelurahan Tetebatu Kabupaten Gowa.

Percetakan Daeng Kio selama ini melayani pesanan cetakan undangan pernikaha, brosur, nota, pamflet, baliho, map, kalender, poster, dan serta blanko undangan pernikahan jadi. Blanko ini sekarang menjadi produk andalan di percetakan milik Daeng Kio.

Jika sebelumnya ia hanya bermodalkan mesin cetek gestetner bekas, kini Daeng Kio telah memiliki beberapa mesin cetak dan mesin pendukung seperti oliver 58 manual, oliver 58 e 2, komori sprin 266, mesin plong, pemotong kertas, hotprint, laminating, dan beberapa alat percetakan lainnya.

Selain menerima pesanan cetakan, pria berusia 34 tahun ini juga melayani permintaan bahan material peralatan percetakan.

Di masa pandemi, Daeng Kio mengaku bisnis percetakannya bisa tetap berjalan meski jumlah pesanan pelanggan sedikit mengalami penurunan. Ia mencontohkan, pesanan undangan pernikahan jika biasanya mencapai seribu lembar, bisa turun menjadi 500 lembar undangan.

Namun menurutnya penurunan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap aktifitas percetakan secara keseluruhan. Ia mengutarakan, salah satu strategi pemasarannya adalah melalui media sosial. Dan tidak kalah pentingnya adalah konsisten menjalankan slogannya yaitu Siap Antar Jemput Sampai Depan Rumahta (gratis). (andik)