Demonstrasi anti Kremlin di Timur Jauh Rusia, dari Furgal hingga Navalny

maiwanews – Demonstrasi di Timur Jauh Rusia masih berlanjut meski telah berlangsung beberapa pekan. Meski isu utama unjuk rasa tersebut adalah krisis politik di Khabarovsk, namun beberapa persoalan lain turut disuarakan oleh para pendemo.

Dalam sebuah aksi pada hari Minggu 6 September, seorang demonstran membawa plakat berisi tuduhan kepada Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin. Tuduhan pada plakat itu menyebutkan bahwa Presiden Putin dengan borgol datang kepada Alexei Navalny dengan racun.

Navalny adalah seorang aktivis anti korupsi penentang Presiden Putin, ia dirawat di sebuah rumah sakit di Jerman. Petugas medis di rumah sakit itu menyebut Navalny sakit akibat diracun. Pihak pemerintah Rusia dituding terlibat dalam peracunan terhadap Navalny, namun Moskow membantah dengan mengatakan tidak ada bukti bahwa Navalny diracun.

Sebagian demonstran di Khabarovsk membawa bendera merah dan putih sebagaimana digunakan para pengunjuk rasa di Belarusia untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap pemimpin Alexander Lukashenko dukungan Moskow.

Aksi unjuk rasa selama hampir dua bulan itu bermula dari ditahannya Sergei Furgal pada 9 Juli. Furgal adalah gubernur populer di wilayah Khabarovsk, lebih dari 6.000 km sebelah Timur Moskow, ia didakwa melakukan pembunuhan, tuduhan ini telah dibantah oleh Furgal. Para pendukungnya mengatakan penahanan itu didasari oleh motif politik.

Sekitar 10.000 orang turun ke jalan pada Sabtu 5 September, sebelumnya diperkirakan 3.000 demonstran berunjuk rasa pada Sabtu 8 Agustus. Aksi-aksi itu sebagai protes atas penangkapan Furgal. (VoA/vm/ft)