Dicopot Sebagai Irdam XIII Merdeka, Brigjen Junior : Itu Resiko “Pertempuran”

maiwanews – Buntut surat terbuka ke Kapolri yang viral di medsos, Inspektur Kodam XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar dimutasi menjadi staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Sanksi berupa pembebasan tugas dan tanggungjawab Brigjen Junior sebagai Inspektur Kodam XIII/Merdeka tertuang lewat surat yang dikeluarkan KSAD pada Jumat (8/10/2021).

Managgapi pencopotan dirinya, Brigjen Junior mengaku sudah tau resikonya dan siap melaksanakan keputusan yang didasarkan hasil pemeriksaan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) tersebut.

Hal itu dikemukakan Junior saat bincang pagi dengan pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting, melalui Zoom, di Bandung, Minggu (10/10/2021).

“Saya tahu risikonya (menulis surat terbuka), termasuk akan dipanggil untuk diperiksa Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad). Soal pencopotan sebagai Irdam XIII Merdeka, saya siap melaksanakannya. Saya ini orang teknik tempur, jadi tahu risiko pertempuran,” ujar Junior.

Dalam pertempuran kata Junior, tidak bisa dihindari akan ada korban. Sehingga kata dia, dirinya siap menjadi korban dalam pertempuran tersebut untuk kemenangan yang lebih besar.

Junior bercerita, awalnya dirinya sudah menyampaikan ada kekeliruan dari kepolisian melalui forum resmi kepada Polda Sulut, dan juga kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulut.  Namun ternyata ujarnya, tidak ada tindak lanjut apapun, bahkan seperti tidak ada persoalan sama sekali.

Itulah sebabnya lanjutnya, dia membuat surat terbuka kepada Kepala Polri yang tembusannya ditujukan kepada Panglima TNI, KSAD, dan Panglima Kodam XIII Merdeka.

Junior menegaskan, dirinya tidak mau institusinya disepelekan, tidak dihormati, dan dilecehkan. Sebagai Irdam kata dia, dirinya adalah pengawas yang tugasnya mengawasi dan memeriksa jika ada yang dinilainya tidak beres.

“Saya ambil risiko, termasuk membela rakyat yang tertindas. Masa sebagai jenderal saya takut kehilangan jabatan? Saya rela berkorban untuk institusi TNI, Angkatan Darat, untuk Kodam dan untuk rakyat Sulawesi Utara tempat saya berdinas,” ucap Junior lagi.

Junior menceritakan, pada Senin (11/10), dia akan kembali menjalani pemeriksaan di Markas Puspomad di Gambir, Jakarta. Jika dianggap bersalah oleh institusinya yakni Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) ucapnya, dia akan patuh terima terima.

Sebelumnya, setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari, yakni pada 22, 23 dan 24 September lalu di Markas Puspom AD, Jakarta, Junior diputuskan bersalah telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa pelanggaran Hukum Disiplin Militer dan pelanggaran Hukum Pidana Militer sesuai Pasal 126 KUHPM dan Pasal 103 ayat (1) KUHPM.

“KSAD pada 8 Oktober 2021 telah mengeluarkan Surat Perintah Pembebasan dari Tugas dan Tanggung Jawab Jabatan Brigjen TNI JT sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka untuk kemudian ditempatkan sebagai Staf Khusus Kasad,” kata Komandan Pusat Polisi Militer AD Letjen TNI Chandra W. Sukotjo dalam keterangannya, Sabtu (9/10/2021).