Diduga Coba Jual Anak, Polisi Tahan Pria di Sudan Selatan

maiwanews – Seorang pria di Sudan Selatan ditangkap pihak kepolisian setempat atas tuduhan dugaan upaya menjual anak. Keteranga pihak berwenang menyebutkan pria tersebut menawarkan dua anak laki-lakinya di pasar Konyo Juba. Tuduhan itu dibantah pria bersangkutan.

Laki-laki bernama Jackson Maker mengaku hanya mencari orang untuk mengadopsi kedua putranya, ia mengatakan sudah tidak mampu memberi mereka makan. Pemimpin setempat dalam konferensi pers Selasa 1 September mengatakan Jackson Maker masuk ke pasar dan bertanya apakah ada orang mau membeli anak berusia sekitar 4 dan 8 tahun.

Seorang anggota parlemen dari majelis nasional, Judy Jonglei Boyoris, mengatakan pihak berwenang segera dipanggil. Ia menjelaskan, saat terduga menawarkan anaknya, warga meminta ia menunggu, warga lalu menghubungi pihak keamanan nasional.

Jackson Maker berkilah ia membawa kedua anaknya untuk dikembalikan ke paman dari pihak ibunya. Anak-anak itu sudah tinggal bersama Jackson Maker selama delapan tahun. Jackson Maker merasa mertua menganggap ia mencuri anak-anak tersebut. Karena itu Jakcson Maker memutuskan untuk mengembalikan kedua anak itu kepada paman mereka.

Namun karena tidak berhasil menjumpai salah satu dari mereka di sini di Juba, dan Jackson Maker tidak punya uang untuk kembali ke Kapoeta, ia memutuskan untuk mencari orang untuk mengadopsi keduanya dan memberi Jackson Maker sesuatu untuk bertahan hidup.

Menurut penuturan saudara laki-laki Maker, Nhial Thon Nhial, Jackson Maker Minggu 30 Agustus pagi, sedang mabuk pergi dari rumah. Jackson minum alkohol dan mengganggu Nhial. Kepada Nhial, Jackson Maker mengatakan ingin membawa anak-anaknya ke Kapoeta karena ibu dari anak-anak ini ada di Kapoeta. Jadi pagi itu Jackson Maker membawa anak-anak dan memberi tahu Nhial akan pergi ke terminal bus menuju Torit dan Kapoeta.

Dua hari kemudian Nhial mengetahui saudaranya tidak pernah tiba di Kapoeta, melainkan mendekam di sel polisi di Juba. Nhial mengatakan saudaranya sudah lama sakit jiwa dan karena itulah Maker dan anak-anaknya tinggal bersamanya. Istri tuanya dirawat oleh adik lainnya. (VoA/my/pp)