DLH Surabaya Tambah Armada Truk ‘Compactor’

20220628-truk-compactor-surabaya-prod14mei2022
Sebuah truk pemadat (compactor) menuju TPA – PLTSa Benowo, Kota Surabaya, Provinsi Jatim pada 14 Mei 2022. (Foto: maiwanews/freddy)

maiwanews – Bau tak sedap yang ditimbulkan saat pengangkatan sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sangat mengganggu. Hal ini Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya terus berupaya untuk mengatasinya.

Salah satu cara mengatasinya, DLH Kota Surabaya sudah menyiapkan anggaran untuk menambah pengadaan truk compactor (kendaraan pengangkut sampah) di Kota Surabaya. Ke depannya truk compactor akan menggantikan semua truk sampah di Kota Pahlawan ini.

Untuk itu Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, beberapa keunggulan menggunakan truk compactor yaitu, mampu mengatasi bau dan memadatkan sampah dan air yang dihasilkan dari sampah tidak akan lagi menetes saat pengangkutan.

“Ditahun 2022 ini DLH membeli 2 truk compactor dengan ukuran 10 meter kubik dan 2 unit untuk ukuran 6 meter kubik. Jadi total pengadaan 4 kendaraan pengangkut sampah,” ujar Agus Hebi, Senin (27/06/2022).

Hebi sapaan lekat dari Agus Hebi menjelaskan bahwa secara perlahan, DLH ingin melakukan peremajaan terhadap alat pengangkut sampah. Ia menambahkan, truk amrol yang lama akan diganti dengan truk compactor yang dinilai lebih modern, karena bentuk kendaraan tertutup sehingga bisa untuk mengatasi bau.

Hebi menjelaskan, saat ini Pemkot masih menggunakan truk pengangkut sampah lama atau truk amrol, sebanyak 23 unit truk amrol dengan ukuran 14 meter kubik dan 16 unit truk amrol ukuran 8 meter kubik. Sedangkan truk compactor, DLH Pemkot Surabaya telah memiliki 49 unit dengan ukuran 10 meter kubik dan 4 unit dengan ukuran 6 meter kubik.

DLH Kota Pahlawan ini selalu melakukan peremajaan. Sedangkan empat compactor baru ini mulai digunakan maka truk amrol yang lama akan dialihkan fungsinya untuk kegiatan yang lain, seperti mengangkut sampah hasil kerja bakti atau keperluan pengangkutan di rumah kompos. Peremajaan truk ini sambung Hebi, baru bisa dilaksanakan tahun ini, dikarenakan akibat pandemi Covid-19, sehingga pembeliannya secara perlahan dan baru bisa menambah tahun ini. (i)

BERITA LAINNYA

.