Dubes Belanda Kunjungi Jatim, Khofifah Ajak Kerjasama Pengelolaan Air

maiwanews – Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia Mr. Lambert Grijns berkunjung ke JawaTimur. Kunjungna ini diterima Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Khofifah dalam sambutannya berharap ada kerjasama dengan Kerajaan Belanda tentang sistem pengelolaan air (Water Management System). Karena kerajaan Belanda kata Khofifah, terkenal dengan pengelolaan air yang sangat baik.

“Pemerintah Belanda memiliki water management system yang bagus. Kami berharap ada penguatan dari tim yang ada di Jatim tentang water management system khususnya terkait sistem irigasi air,” ujar Khofifah, Jumat (26/11/2021) malam.

Gubernur mengutarakan, salah satu bentuk kerjasama manajemen air yakni teknologi sistem irigasi sektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta membangun energi terbarukan menggunakan sumber daya air (hydro power).

Khofifah Indar Parawansa menambahkan, kerjasama ini penting dilakukan mengingat Jatim mempunyai sumber daya air yang saat ini terkanalisasi dalam beberapa bendungan.

Menurut Khofifah, Jokowi beberapa bulan lalu baru meresmikan Bendungan Tukul Pacitan dan Bendungan Bendo Ponorogo. Insya Allah kata dia, Jokowi juga dalam waktu dekat akan meresmikan Bendungan Tugu Trenggalek dan Bendungan Gongseng Bojonegoro.

Lanjut Khofifah, dengan banyaknya bendungan di Jatim, sehingga potensi hydro power bagi energi terbarukan, maka perlu teknologi dan investasi untuk mengolahnya. Tidak hanya teknologi, kerjasama juga dilakukan terkait pengolahan air yang siap dikonsumsi.

“Untuk air bersih siap diminum dibutuhkan teknologi. Apalagi air dari sungai, masih terdapat zat polutan. Perlu teknologi mengubah air menjadi siap untuk diminum,” tutur Khofifah.

Khofifah juga berharap kerjasama penanganan limbah (waste management). Penanganan limbah ujarnya, yakni dengan mengolah sampah menjadi listrik, pupuk, dan sebagainya. Karena saat ini penanganan limbah menjadi concern berbagai negara.

Wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial ini mengatakan di hadapan Dubes Belanda, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik ) Jatim, neraca perdagangan Jatim dengan Belanda senantiasa menunjukkan surplus sejak tahun 2017-2021.

“Terima kasih hubungan dagang antara Jatim dengan Belanda berjalan baik. Untuk Jatim mengalami surplus meskipun pandemi,” jelas Khofifah.

Sementara dari sisi investasi Belanda di Jawa Timur, sejak Tahun 2010 sampai dengan triwulan 3 Tahun 2021, tercatat sebanyak 62 perusahaan dari Belanda di 22 kabupaten. Bidang usaha penyumbang terbesar lanjut dia, yakni sektor industri listrik, gas dan air (Paiton Energy) di Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Mr Lambert Grijns mengatakan, Jatim merupakan provinsi yang cukup penting bagi Negara Belanda. Ada beberapa hal yang terpenting dilakukan untuk kerjasama seperti pendidikan, waste management dan renewable energy.

“Dengan pertemuan Ibu Gubernur, besar harapan kami untuk bisa mengembangkan lebih jauh lagi,” pungkasnya.

Turut dalam acara ini Pemprov Jatim, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jatim, Kepala Dinas PU SDA Prov. Jatim, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim, Kepala DPMPTSP Prov. Jatim, dan Kepala Biro Adm. Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Prov. Jatim.

Sementara itu, turut mendampingi Dubes Kerajaan Belanda, Kepala Bagian Kebudayaan dan Komunikasi Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, sekaligus sebagai Direktur Erasmus Huis Yolande Melsert, Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Surabaya Lily Jessica Tjokrosetio. (i)