Dugaan 97 Ribu ASN Fiktif, ICW: Perlu Penelusuran Lebih Jauh

ilustrasi

maiwanews – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai perlu ada penelusuran lebih jauh mengenai kasus dugaan 97 ribu ASN (aparatur sipil negara) fiktif. Peneliti ICW Almas Sjafrina Jumat 28 Mei kepada VOA mengatakan kejadian itu menunjukkan penddataan di Indonesia masih amburadul.

Almas mencurigai adanya keterlibatan mafia dalam kasus itu, ia merasa hal itu bakan hanya sekedar kesalahan data atau kesalahan sistem. Perlu ditelusuri siapa saja pihak terlibat dalam kasus dugaan hampir seratus ribu ASN fiktif.

Jika hampir seratus ribu ASN fiktif menerima gaji dan pensiun setiap bulan, hal itu akan sangant merugikan negara. Untuk mengetahui jumlah kerugian negara, dapat dilakukan penelusuran terhadap jabatan dan besaran gajinya serta sejak kapan pihak bersangkutan menerima gaji.

Kasus dugaan puluhan ribu ASN fiktif muncul ke permukaan ketika Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan pada 2014 ditemukan hampir 97 ribu data PNS (pegawai negeri sipil) fiktif. Mereka menerima gaji dan dana pensiun. Informasi itu disampaikan Bima Haria dalam tayangan YouTube Pengumuman BKN Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri hari Senin 24 Mei. (VOA)