Fahira Idris: Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh

maiwanews – Kasus positif corona masih tinggi, ini disikapi pemerintah dengan mengambil langkah kampanye masif penggunaan masker. Kementerian Dalam Negeri menerbitkan surat edaran, mendorong pemerintah daerah membuat aturan wajib pakai masker berikut sanksi atas pelanggaran aturan itu.

Penggunaan masker merupakan protokol dasar dan utama dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tapi Fahira Idris menyayangkan kenyataan bahwa masyarakat masih belum sepenuhnya menjalankan protokol kesehatan itu. Tidak disiplinnya masyarakat dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah pengaruh dari apa yang dilihat sehari-hari.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) itu mengatakan dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta Jumat 7 Agustus bahwa suasana pandemi ini harus lebih dialirkan ke masyarakat agar kesadaran meningkat. Salah satu caranya adalah para pemimpin harus mengenakan masker secara baik dan benar.

Para pemimpin maupun pejabat publik terlebih jika kerap tampil di media massa harus konsisten mengenakan masker menutup hidung dan mulut. Dengan konsistensi pimpinan memakai masker dengan baik dan benar juga akan mengalirkan pesan bahwa kita masih dalam kondisi pandemi.

Selain para pemimpin, tontonan juga berpengaruh terhadap kedisiplinan masyarakat menggunakan masker. Tayangan media massaharusnya dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat bahwa masker harus digunakan setiap hari.

Jika tiap hari masyarakat menyaksikan figur publik mengenakan masker, tentu akan mendorong munculnya kesadaran akan pentingnya masker digunakan dengan cara tepat.

Selain penggunaan, cara penggunaan, masyarakat juga harus senantiasa diingatkan pentingnya menjaga kebersihan masker. Masker harus rajin dicuci, demikian juga masker baru, dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Kebersihan tangan juga sangat penting untuk menjaga agar virus corona tidak mudah menyebar dan menginfeksi. (Fahira Idris)