Fahira: Jika Belum Siap 100 Persen, Jangan Dulu Membuka Sekolah

maiwanews – Fahira Idris menyarankan pemerintah daerah tidak membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka sebelum benar-benar siap 100 persen. Demikian disampaikan dalam pernyataan tertulisnya Senin 10 Agustus. Harus sangat hati-hati dan selektif sebelum memutuskan untuk membuka sekolah di tengah pandemi.

Pernyataan itu disampaikan menyusul kebijakan baru pemerintah. Revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri) mengizinkan wilayah berstatus zona hijau dan kuning Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Namun sifatnya tidak diharuskan, kebijakan tetap bergantung pada pemerintah daerah kepala sekolah, komite sekolah, serta orang tua murid masing-masing.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) tersebut menegaskan, aktifitas belajar mengajar dengan sistem tatap muka harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Banyak hal substantif dan teknis harus dipersiapkan.

Menerapkan protokol kesehatan secra ketat butuh persiapan dan implementasi matang, termasuk hal-hal sangat teknis seperti transportasi anak sekolah. Kesiapan infrastruktur harus diperhatikan, juga kesiapan guru, murid, dan orang tua peserta didik. Juga harus ada lembaga pengawas kegiatan belajar mengajar tatap muka agar tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan. (Fahira Idris)