Fahira: Pergerakan Orang Jadi Tantangan Pengetatan PSBB di Jakarta

maiwanews – Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Fahira Idris menilai pergerakan orang serta fasilitas kesehatan menjadi tantangan atas pengetatan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta. DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi sulit dilepaskan dari pergerakan orang.

Pergerakan orang menjadi salah satu potensi terjadinya penyebaran COVID-19 (Corona Firus Disease 2019). Karena itu kesadaran masyarakat sangat penting agar tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Pernyataan itu disampaikan dalam rilis tertulisnya Jumat 25 September.

Penurunan persentase mobilitas penduduk Jakarta berpengaruh terhadap pengendalian virus korona. Namun Senator asal Jakarta itu menyadari diperlukan keikhlasan masyarakat Kota Jakarta untuk tetap di rumah jika tidak ada urusan penting. Karena esensi dari pengetatan PSBB salah satunya adalah pengurangi pergerakan orang.

Selain mobilitas penduduk Jakarta, kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus selalu siap menghadapi lonjakan kasus positif korona. Kesiapan ini dilakukan seiring peningkatan kapasitas tes massal (testing), pelacakan (tracing), dan tindakan medis (treatment) atau 3T selama PSBB di Jakarta.

Menurut Fahira, Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta mempunyai perhatian sangat tinggi dalam mempersiapkan kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Berbagai upaya dilakukan Pemprov DKI agar warga positif COVID-19 mendapat fasilitas dan perawatan medis. (Fahira Idris)