Fauci dan Trump Beda Pendapat Soal Hydroxychloroquine Obat COVID

maiwanews – Salah seorang pakar bidang kesehatan di Amerika Serikat berbeda pendapat dengan Presiden Donald Trump terkait hydroxychloroquine. Presiden Trump menyebut hydroxychloroquine merupakan pengobatan efektif untuk mengatasi COVID-19.

Klaim tersebut ditolak ahli penyakit menular, Dr. Anthony Fauci, ia juga membela diri setelah cuitan kontroversial bahwa ia telah menyesatkan publik tentang obat tersebut.

Presiden Trump dalam beberapa cuitannya membela obat anti malaria itu, sementara beberapa peneliti menunjukkan bukti bahwa obat itu tidak efektif untuk Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Para ahli juga memaparkan fakta bahwa Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini membatalkan pesanan obat itu untuk digunakan sebagai pengobatan darurat.

Dalam sebuah cuitan Presiden Trump menunjukkan sebuah video, di dalamnya seorang perempuan mengatakan ia adalah seorang dokter di Houston, Texas. Ia mempromosikan penggunaan obat itu dan mencegah pemakaian masker pelindung muka. Namun cuitan tersebut akhirnya dihapus.

Sebelum dihapus, pihak Twitter menandai cuitan itu, dan seorang juru bicara Twitter mengkonfirmasi bahwa cuitan tersebut melanggar kebijakan tentang informasi salah mengenai COVID-19. Selain Twitter, media sosial (medsos) lainnya, Facebook, juga menghapus video itu. Juru bicara Facebook mengatakan video itu membagikan informasi salah tentang penyembuhan dan pengobatan COVID-19.

Dalam sebuah wawancara hari Selasa 28 Juli, Fauci mengatakan percobaan klinis luar biasa terkait keampuhan hydroxychloroquine telah mengindikasikan bahwa obat itu tidak efektif pada penyakit virus korona. (VoA/my/lt)