GMBI di Makassar Pertanyakan Proses Lelang Bank Mandiri

20211014-demo-gmbi
Unjuk rasa GMBI di Makassar pertanyakan proses lelang seorang debitur. Kamis 14 Oktober 2021.

maiwanews – Sekitar 200 orang massa dari GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah) menggelar aksi unjuk rasa mempertanyakan proses lelang Bank Mandiri terhadap aset debitur. Demo pada hari Kamis 14 Oktober itu digelar di dua tempat berbeda di Kota Makassar.

Pada pukul 10:45 WITA massa berunjuk rasa di depan kantor PT Bank Mandiri Persero Tbk Jalan RA Kartini Kecamatan Ujung Pandang. Massa menuntut perusahaan itu untuk transparan dalam melakukan upaya eksekusi jaminan melalui pelelangan umum. Massa juga meminta agar harga jual jaminan dimaksimalkan agar debitur tida dirugikan.

Pendemo menilai proses lelang terhadap jaminan debitur bernama Hersina cacat hukum, untuk itu hasil lelang harus dibatalkan. Massa meminta Bank Mandiri segera menyerahkan SHM (Sertifikat Hak Milik) atas nama Hersina karena ia telah menyelesaikan kewajiban pinjaman sejak 3 Januari 2018.

Pada pukul 11:15 WITA pengunjuk rasa diterima oleh pihak Bank Mandiri, yaitu Ganda dan Supriyadi. Mereka menjelaskan bahwa sebelumnya debitur sempat mempertanyakan persoalan tersebut, namun saat itu risalah lelang belum keluar.

Legal Bank Mandiri, Ananto, menawarkan kepada pendemo untuk bertemu kembali sore hari untuk membahas masalah tersebut. Atas tawaran itu massa menyanggupi dan akan menghadirkan debitur dan kuasa hukumnya.

Pukul 11:50 WITA massa bergeser ke kantor keuangan Provinsi Sulsel (Sulawesi Selatan) di Jalan Urip Sumoharjo. Di tempat itu massa diterima oleh Kepala Kantor KPKNL Harmaji didampingi Rino selaku Kasi Lelang KPKNL.

Pada pertemuan itu Harmaji menjelaskan, obyek lelang merupakan permohonan Bank Mandiri, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan penelitian berkas serta mewajibkan terpenuhinya beberapa persyaratan.

Persyaratan itu termasuk dokumen-dokumen dan bukti serta surat pernyataan dari Bank Mandiri sebagai pemohon. Karena persyaratan terpenuhi, maka lelang dilakukan. “SOP kami dalam bekerja senantiasa beerpedoman pada peraturan menteri keuangan”, demikian dijelaskan Harmaji.

Usai mendapat penjelasan, massa kemudian membubarkan diri pada pukul 13:20 WITA. (andik)