India Setujui Vaksin COVID-19 Sputnik Buatan Rusia

maiwanews – Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF) mengumumkan bahwa Drug Controller General of India (DCGI) telah menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk melawan virus corona di negara tersebut.

Dalam rilisnya Senin 12 April, RDIF menyebut India menjadi negara ke-60 menyetujui Sputnik V. Otoritas India telah mengizinkan tiga vaksin virus COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

India adalah negara terpadat dibanding negara-negara pengguna vaksin Rusia lainnya. Total populasi 60 negara di mana Sputnik V disetujui untuk digunakan adalah 3 miliar orang atau sekitar 40% dari populasi global.

Vaksin telah terdaftar di India di bawah prosedur otorisasi penggunaan darurat berdasarkan hasil uji klinis di Rusia serta data positif uji klinis lokal Fase III tambahan di India. Uji klinis dilakukan dalam kemitraan dengan Laboratorium Dr Reddy.

India adalah pusat produksi terkemuka untuk Sputnik V. RDIF telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan farmasi terkemuka di negara tersebut (Gland Pharma, Hetero Biopharma, Panacea Biotec, Stelis Biopharma, Virchow Biotech) untuk produksi lebih dari 850 juta dosis per tahun.

RDIF mengklaim Sputnik V juga telah disetujui di Rusia, Belarus, Angola, Argentina, Bolivia, Serbia, Aljazair, Palestina, Venezuela, Paraguay, Turkmenistan, Hongaria, UEA, Iran, Republik Guinea, Tunisia, Armenia, Meksiko, Nikaragua, Republika Srpska (entitas dari Bosnia dan Herzegovina), Lebanon, Myanmar, Pakistan, Mongolia, Bahrain, Montenegro, Saint Vincent dan Grenadines, Kazakhstan, Uzbekistan, Gabon, San-Marino, Ghana, Suriah, Kyrgyzstan, Guyana, Mesir, Honduras, Guatemala, Moldova, Slovakia , Republik Kongo, Djibouti, Sri Lanka, Laos, Irak, Makedonia Utara, Kenya, Maroko, Yordania, Namibia, Azerbaijan, Filipina, Kamerun, Seychelles, Mauritius, Vietnam, Antigua dan Barbuda, Mali, dan Panama. (RDIF)