Inggris Cabut Aturan Terkait COVID-19 Mulai Maret

20220222-boris-johnson-18jan2022
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat mengunjungi Finchley Memorial Hospital Community Diagnostic terkait COVID-19. 18 Januari 2022.

maiwanews – Inggris mencabut semua aturan pembatasan terkait pandemi COVID-19 di dalam negeri pada tanggal 24 Maret. Termasuk aturan mengenai isolasi mandiri bagi warga terdiagnosa positif. Keputusan ini telah diperkirakan sebelumnya oleh berbagai kalangan.

PM (Perdana Menteri) Inggris Boris Johnson mengumumkan kebijakan itu di depan parlemen, media berbasis di Washington DC, VOA, melaporkan Selasa (22/02/2022). PM Johnson pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Inggris tetap mendorong masyarakat mengalami gejala atau terdiagnosa positif COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) untuk menjalani isolasi di rumah hingga 1 April.

Kemudian pada 1 April, imbauan untuk bertanggung jawab secara pribadi hanya diperuntukkan bagi orang-orang dengan hasil tes positif. Pada tanggal itu, pemerintah Inggris juga menghentikan pembayaran untuk menjalani tes COVID-19.

Pengumuman penghentian aturan terkait COVID-19 disampaikan sembari menyampaikan harapan agar Ratu Elizabeth sembuh setelah sebelumnya divonis positif pada Minggu (20/02/2022). PM Johnson mengemukakan, terjangkitnya Ratu Elizabeth menjadi pengingat bahwa pandemi belum berakhir.

Kebijakan pemerintah Inggris menuai kritik dari beberapa politisi dan ilmuwan. Mereka memperingatkan bahwa penghentian pengujian dan pelacakan COVID-19 akan berdampak pada menurunnya kemampuan menangani jika terjadi lonjakan baru. (z)