Iran Ancam Membalas Jika Embargo Senjata Diperpanjang

maiwanews – Iran mengancam akan melancarkan pembalasan jika embargo senjata Dewan Keamanan PBB diperpanjang. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pembalasan itu akan menghancurkan jika Amerika Serikat terus berupaya memperpanjang embargo itu.

Berdasarkan kesepakatan nuklir tahun 2015 silam antara Iran dan enam negara kuat dunia, Teheran diberi kesempatan untuk mengekang program nuklirnya. Sebagai imbalan, sanksi internasional akan dicabut. Selain itu akan dilakukan pencabutan embargo senjata konvensional oleh PBB, embargo akan berakhir bulan Oktober tahun 2020.

Tahun 2018 Presiden Amerika Donald Trump menarik Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian itu. Perjanjian ditandatangani pada masa pemerintahan pendahulunya, Barack Obama. Trump menyebutnya sebagai kesepakatan buruk, ia kembali menerapkan kembali sanksi keras, sanksi itu telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Washington sekarang mengatakan pihaknya juga ingin memperpanjang embargo senjata tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo hari Rabu 29 April mengatakan Amerika tidak akan mengizinkan Iran untuk membeli senjata konvensional setelah embargo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berakhir pada bulan Oktober.

Menlu Mike Pompeo berjanji akan menggunakan segala cara untuk memperpanjang larangan, ia berharap Dewan Keamanan (DK) PBB akan memperpanjang pembatasan itu sebelum berakhir.

Kepada wartawan dalam konferensi pers 29 April lalu, Menlu Mike Pompeo mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan penghentian embargo itu terjadi. Amerika akan bekerjasama dengan DK PBB untuk memperpanjang larangan penjualan senjata itu jika pihak-pihak lainnya tidak mengambil tindakan. (VoA/lt/ii/my/jm)