Iran Ingatkan Perlu Pemerintahan Inklusif di Afganistan

20200519-hossein-amirabdollahian
Menlu Iran Hossein Amirabdollahian.

maiwanews – Menteri luar negeri Iran memperingatkan bahwa penundaan pembentukan pemerintah inklusif di Afganistan akan memberikan kesemptan bagi musuh rakyat Afganistan untuk mengaktifkan jaringan penjahat sosial melalui penyebaran terorisme dan menciptakan kesulitan ekonomi.

Dalam pidato pada sesi darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Islamabad pada hari Minggu 19 Desember, Menlu (Menteri Luar Negeri) Hossein Amirabdollahian mengatakan keamanan berkelanjutan dan stabilitas politik di Afganistan hanya mungkin melalui partisipasi kolektif secara nyata dan pemerintahan inklusif dan efektif di mana semua etnis dan agama berperan.

Menlu Amirabdollahian menjelaskan, rakyat Afganistan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Pembentukan dana keuangan di antara negara-negara Muslim tampaknya perlu untuk mewujudkan tujuan ini. Aset Afghanistan dikatakan perlu dilepaskan.

Kepada negara-negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) ia mendesak agar memainkan peran utama dalam berkontribusi pada pembentukan pemerintah inklusif dan membantu rakyat Afganistan dan mencegah bencana kemanusiaan baru. “Kami berharap bahwa pemerintahan inklusif akan segera terbentuk di Afganistan dengan partisipasi semua suku”, kata Menlu Amirabdollahian. (Tasnim/hiu)