Iran Kecam Sanksi AS Terhadap Dua Ilmuwan Nuklirnya

maiwanews – AEOI menolak keputusan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua ilmuwan nuklir Iran. Kebijakan itu dinilai sebagai tindakan bermusuhan, dan sama sekali tidak akan merusak kemajuan program nuklir Iran.

Dalam sebuah pernyataan Kamis 28 Mei pihak Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran/AEOI) menyebut upaya putus asa dan langkah tidak bijaksana dari para pembuat keputusan di Gedung Putih dengan memasukkan ilmuwan nuklir Iran ke dalam daftar hitam menunjukkan kelanjutan dari pendekatan permusuhan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Langkah-langkah seperti itu tidak akan mengganggu tekad pemuda-pemudi Iran untuk mencapai tujuan Republik Islam. AEOI mengingatkan para simpatisan bahwa konfrontasi Amerika dengan Iran dengan cara bertentangan dengan prinsip-prinsip internasional dan hukum hanya akan memperkuat tekad dan kehendak para peneliti Iran. melemahkan posisi dan prestise musuh-musuh Iran di dunia.

Lebih lanjut pernyataan itu menyebutkan para peneliti Iran, terutama dalam industri nuklir, menganggap upaya sia-sia seperti itu sebagai tanda kegagalan musuh.

Reaksi Iran muncul setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo mengumumkan dalam sebuah tweet pada hari Kamis bahwa Washington mengakhiri pengabaian sanksi untuk proyek-proyek terkait Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) di Iran, efektif dalam 60 hari.

Menlu Mike Pompeo, Rabu27 Mei memberlakukan sejumlah sanksi terhadap dua pejabat Badan Tenaga Atom Iran, Majid Agha’i dan Amjad Sazgar. Keduanya disebut terlibat dalam pengembangan dan produksi sentrifugal, ini digunakan untuk memperkaya uranium. (Tasnim/VoA/ab/uh)