Iran Minta Korsel Cairkan Aset Terbekukan

20211202-rafael-mariano-grossi-ali-bagheri-kani
Dirjen IAEA Rafael Mariano Grossi (kiri) bersama Wamenlu Iran Ali Bagheri Kani (kanan) dalam sebuah pertemuan di Wina Austria. Kamis 2 Desember 2021.

maiwanews – Iran meminta Korea Selatan mencairkan aset terbekukan terlepas dari hasil negosiasi di Wina Austria tentang kebangkitan Kesepakatan Nuklir 2015. Hal itu disampaikan Wamenlu (Wakil Menteri Luar Negeri) Iran Ali Baqheri kepada Wamenlu Korsel (Korea Selatan) Choi Jong-kun. Kedua diplomat senior itu bertemu di Wina ibu kota Austria hari Kamis (06/01/2022).

Wamenlu Bagheri menggarisbawahi tugas Seoul untuk mencairkan aset Iran setelah dibekukan negara Asia timur tersebut menyusul sanksi Amerika Serikat. Penolakan Seoul dinilai melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan serta menandai halaman gelap dalam sejarah hubungan bilateral.

Wamenlu Choi Jong-kun pada pertemuan itu menekankan pentingnya hubungan bilateral Seoul-Teheran dan mengatakan negaranya sedang melakukan upaya untuk membayar utangnya kepada Iran.

Pertemuan digelar atas permintaan pihak Korsel itu tidak secara langsung terkait dengan perundingan untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) di Wina saat ini.

Iran dan penandatangan kesepakatan nuklir 2015 pada hari Senin melanjutkan diskusi untuk menghapus sanksi terhadap Republik Islam dan membawa Amerika Serikat (AS) kembali untuk mematuhi perjanjian tersebut.

Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) Korea Selatan pada hari Rabu mengatakan Wamenlu Choi Jong-kun telah tiba di Wina dengan delegasi untuk menjajaki penyelesaian masalah aset Iran di Korea melalui konsultasi dengan Iran dan berkoordinasi dengan AS, Prancis, Jerman dan Inggris. (Tasnim News Agency/z)