Iran-Turki Bahas Pengelolaan Sumber Daya Air Bersama

20220504-ilustrasi-bendera-turki-iran
Ilustrasi bendera Turki-Iran.

maiwanews – Turki dan Iran membahas rencana kerja sama antara kedua negara dalam hal perlindungan dan pengelolaan sumber daya air. Pembahasan dilakukan meneri luar neeri kedua negara melalui pembicaran telepon.

Hari Selasa malam (03/05/2022) Menlu (Menteri Luar Negeri) Iran Hossein Amirabdollahian dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu membahas perkembangan terbaru dalam ikatan bilateral serta serangkaian masalah regional dan internasional.

Menlu Mevlut Cavusoglu pada pembicaran tersebut mengucapkan selamat Idul Fitri kepada Menlu Amirabdollahian dan masyarakat Iran serta pemerintah. Menlu turki menekankan perlunya mengambil langkah-langkah efektif dan nyata untuk meningkatkan hubungan persahabatan antara kedua negara.

Dia juga menggarisbawahi kesiapan Ankara untuk menggelar pembicaraan Dewan Tertinggi ke-7 Kerja Sama Bilateral Strategis serta mengatur rencana kunjungan presiden Turki ke Teheran. Menlu Cavusoglu kemudian mencatat bahwa berdasarkan kesepakatan antara kedua negara, ia akan mengejar masalah lingkungan dan pengelolaan sumber daya air umum melalui lembaga-lembaga relevan di Turki dan dengan melanjutkan sesi komite air bersama.

Menlu Iran pada gilirannya juga menyampaikan selamat Idul Fitri kepada rekan Turkinya dan mencatat bahwa kelanjutan kunjungan oleh pejabat tinggi kedua negara sejalan dengan ekspansi dan pengembangan ikatan Teheran-Ankara.

Dia menggambarkan pertemuan akan datang dari Dewan Tertinggi Kerja Sama Bilateral Strategis sebagai langkah kunci untuk mempromosikan hubungan, mewujudkan kepentingan kedua negara, dan memperluas ikatan bilateral.

Menlu Amirabdollahian menekankan perlunya kerja sama antara Iran dan Turki dalam perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air bersama. Tidak kalah pentingnya, menyelesaikan masalah tersisa dalam hal ini dan untuk mempercepat kerja sama antara Teheran dan Ankara dalam kerangka komite air bersama mengingat pentingnya masalah perubahan iklim.

Para menteri luar negeri kedua negara akhirnya menekankan perlunya konsultasi lanjutan tentang hubungan bilateral serta masalah regional dan internasional. (z)