Jelang KTT G20 di Bali, Panglima TNI: Kalau Serangan Siber, Saya Akui Ada

20200824-andi-perkasa
Jenderal Andika Perkasa.

maiwanews – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, situasi keamanan jelang dan dan hari H pelaksanaan KTT G20 di Pulau Bali, sejauh ini tidak terdapat potensi ancaman apapun, kecuali serangan cyber atau siber.

Demikian disampaikan Andika Perkasa usai memimpin apel bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Operasi Puri Agung 2022 Pengamanan KTT G20 yang digelar Polri di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali.

Panglima Andika menerangkan, dalam pengamanan KTT G20 pihaknya menggunakan cara kerja yang sama saat latihan militer Super Garuda Shield yaitu bekerjasama dengan militer negara tetangga.

Kerja sama inilah kata dia, yang membuat pihak keamana jadi lebih waspada dalam mendeteksi potensi-potensi atau rencana-rencana tertentu.

“Sejauh ini, secara umum ini, selain (serangan) siber kelihatannya belum ada yang signifikan. Tapi, kalau siber memang harus saya akui, ada,” kata Andika, Senin (7/11).

Andika tidak menjelaskan ancaman siber jelang KTT G20 yang dimaksud. Namun dia memastikan, TNI bersama Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri sudah rutin melakukan simulasi pertahanan.

“Kami merespons (potensi ancaman) itu, sebetulnya malah membuat kami lebih siap, terus terang saja. Tapi, kami tetap menghimbau kepada semua masyarakat Indonesia untuk membantu seandainya mereka yang mempunyai skill dan kemampuan juga. Kemudian melihat adanya percobaan-percobaan gangguan terhadap jaringan siber,” ujar Andika.