Jepang akan Tingkatkan Sanksi ke Rusia

20220324-situasi-kota-irpin-ukraina-19mar2022
Situasi di salah satu wilayah di Kota Irpin, Ukraina. 19 Maret 2022.

maiwanews – Jepang akan meningkatkan sanksi terhadap Rusia berkaitan dengan operasi militer ke Ukraina sejak 24 Februari. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyatakan dukungan terhadap sanksi keras terhadap Moskow dan memberi bantuan kepada Ukraina.

Pernyataan PM (Perdana Menteri) Fumio Kishida disampaikan pada konferensi pers seusai pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Tokyo Kamis (12/05/2022) di Tokyo.

“Keamanan di Indo Pasifik dan Eropa tidak dapat dipisahkan”, ungkap PM Kishida pada konferensi pers bersama sebagaimana dikutip VOA hari Kamis.

Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Jepang hari Selasa mengumumkan tanggapan Tokyo terhadap operasi militer Rusia di wilayah Ukraina. Jepan dikatakan memberi bantuan kepada Ukraina berupa pesawat nirawak (drone), rompi anti peluru, helm, seragam militer musim dingin, tenda, kamera, produk kebersihan, kebutuhan darurat, teropong, senter, peralatan medis dan lainnya.

Kepada rakyat Ukraina, Kantor Perdana Menteri Jepang mengumumkan bantuan kemanusiaan darurat sebesar US$100 juta di berbagai bidang seperti perawatan kesehatan dan medis, makanan, perlindungan orang di Ukraina dan negara-negara tetangga melalui organisasi internasional dan lainnya.

Terkait sanksi, Kantor Perdana Menteri Jepang pada pemngumuman itu memaparkan kebijakan pembekuan aset sembilan bank Rusia. Masing-masing bank itu adalah Sberbank, Alfa-Bank, Veb.rf, Promsvyazbank, Bank Rossiya, VTB Bank, Sovcombank, Novicombank, dan Bank Otkritie. Aset anak perusahaan mereka di Jepang juga dibekukan.

Berbagai kebijakan sanksi lainnya juga diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Ukraina, seperti melarang impor mesin, beberapa jenis kayu, vodka dan lainnya. Menerapkan sanksi pada ekspor ke entitas terkait militer Rusia, serta secara bertahap melarang impor batubara dan minyak Rusia. (hiu)