Jokowi: Belum Ada Pelonggaran PSBB

maiwanews – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Dalam konferensi video di Jakarta ia mengkhawatirkan munculnya salah tangkap dari masyarakat, mengira kebijakan pelonggaran sudah dilakukan.

Konferensi video Senin 18 Mei dilakukan dari Istana Merdeka saat menyampaikan pengantar Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Saat ini rencanapelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baru sebatas rencana atau skenario. Keputusan baru akan diambil jika waktunya sudah tepat. Keputusan pelonggaran juga didasarkan pada data-data dan fakta-fakta di lapangan.

Pemerintah dikatakan ingin semuanya jelas, pemerintah harus berhati-hati dan tidak keliru dalam mengambil suatu keputusan.

“Dalam minggu ini maupun minggu ke depan ke depannya lagi, 2 minggu ke depan pemerintah masih akan tetap fokus pada larangan mudik dan mengendalikan arus balik”, kata Presiden Jokowi.

Untuk itu Presiden Jokowi meminta Kapolri, dibantu, Panglima TNI, untuk memastikan larangan mudik ini berjalan efektif di lapangan. Presiden Jokowi mengingatkan, mudiknya dilarang, namun transportasinya tidak.

Transportasi diperlukan untuk kebutuhan logistik, urusan pemerintahan, urusan kesehatan, kepulangan pekerja migran, serta untuk urusan urusan ekonomi. Pembolehan transportasi ini tetap harus mematuhi aturan mengenai protokol kesehatan. (Setkab/FID/EN)