Jokowi: Pancasila Jadi Penggerak dan Pemersatu Bangsa

maiwanews – Memperingati hari lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan melalui telekonferensi Senin 1 Juni di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Pancasila selalu menjadi penggerak dan pemersatu bangsa dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam keseharian dan kehidupan masyarakat.

Hari lahir Pancasila kali ini diperingati di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Presiden Jokowi menyebut kondisi ini menguji daya juang kita sebagai bangsa, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, serta ketenangan dalam mengambil kebijakan cepat dan tepat.

Dalam amanatnya Presiden Jokowi juga mengatakan patut disyukuri karena Pancasila senantiasa menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan. Pancasila juga menggerakkan rasa kepedulian untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan untuk meringankan beban seluruh anak negeri, serta menumbuhan daya juang dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan.

Sejalan dengan hal tersebut, nilai-nilai Pancasila harus terwujud nyata serta menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan, bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, serta menjadi nilai yang terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.

Kepada seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah, Presiden Jokowi senantiasa mengajak untuk terus meneguhkan keberpihakan pada masyarakat, melayani masyarakat tanpa membedakan kelompok, ras, dan agama, serta memenuhi kewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Peringatan hari lahir (Harlah) Pancasila bertema “Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju” ini digelar melalui telekonferensi dan dihadiri oleh pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri, dan sejumlah kepala daerah. (Setpres)