Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen Divonis 4 Bulan Penjara

maiwanews – Mayor Jenderal (purnawirawan) Kivlan Zen divonis pidana penjara selama 4 bulan 15 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 4 bulan dan 15 hari dengan ketentuan selama terdakwa dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim PN Jakpus, Agung Suhendro, Jumat (24/9/2021).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU yang dibacakan jaksa Andry Saputra sebelumnya, Jumat (20/8/2021).

Majelis hakim PN Jakpus menilai Kivlan Zen terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum telah melanggar pidana pasal pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal.

Dalam putusan tersebut, hakim mempertimbangkan beberapa hal meringankan, yakni bahwa terdakwa memiliki tanggungan keluarga, pernah berjasa dalam agenda pembebasan WNI di Filipina, dan mendapatkan penghargaan terkait perkara Timor Timur.

Sementara hal memberatkan kata hakim, antara lain terdakwa meresahkan masyarakat dan tidak mengakui perbuatannya dengan terus terang.