Ketua DPRD Jatim Minta Sopir Angkutan Umum Rutin Tes Urine

maiwanews – Untuk meminimalisir kecelakaan angkutan umum akibat human error, Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar meminta kepada pihak terkait khususnya Dishub Jatim untuk melakukan pemeriksaan rutin tes urine kepada para sopir angkutan umum.

Salah satu contoh kecelakaan yang baru terjadi akibat human Error kecelakan tunggal bus pariwisata PO Ardiansyah di KM 712 tol Surabaya-Mojokerto arah Surabaya yang menelan korban 14 orang penumpang meninggal dunia.

Kecelakaan ini disayangkan oleh Achmad Iskandar, karena kecelakaan diduga akibat human error dari pengemudi (sopir). Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih mendalam oleh aparat kepolisian, sopir yang mengakibatkan kecelakaan tersebut dinyatakan positif menggunakan barang terlarang (sejenis narkoba) saat dilakukan tes urine.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/05/2022), Achmad menjelaskan, bahwa Kasus ini harusnya jadi pelajaran bersama bahwa narkoba sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat termasuk para sopir. Ia menambahkan, tanggung jawab ini bukan hanya dibebankan kepada pemerintah tetapi juga bagi pemilik perusahaan angkutan umum,

Pria asli Sumenep Madura ini juga meminta perusahaan angkutan umum untuk  lebih memperhatikan kelayakan kendaraan maupun kelayakan para sopir yang akan mengemudikan kendaraan umum.

“Jangan dipaksa bawa kendaraan, jika para sopir yang belum memiliki SIM, atau yang kondisinya tidak sehat, karena itu bisa membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain baik penumpang maupun pengguna jalan yang lain,” pungkas Achmad.

Sebagai info, PO Ardiansyah bernopol S 7322 UW yang mengangkut 25 penumpang asal Pakal Benowo Surabaya menabrak tiang reklame di KM 712 tol Sumo arah Surabaya pada Senin, pagi (16/05/2022), ini habis berwisata ke kawasan Dieng Wonosobo Jateng. Dalam perjalanan pulang ke Surabaya, kendaraan bus yang mereka tumpangi menabrak tiang reklame yang ada di pinggir jalan tol Sumo. (i)