Khofifah Letakkan Batu Pertama Rumah Korban Gempa Malang

maiwanews – Setalah usai terjadi gempa 6,1 SR lalu, Gubernur, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya Jatim melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah sementara di desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kab. Malang, Sabtu 17 April.

Untuk pembanguan taham awal dilakukan di Desa Jogomulyan sebanyak 14 Rumah. Rumah yang dibangun merupakan bagunan yang sebelumnya telah roboh atau rata dengan tanah akibat gempa minggu lalu.

Pembangunan dikerjakan Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Malang dibantu oleh aparat TNI/Polri, yang sesuai dengan standart dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Republik Indonesia.

Dengan pemerintah pusat melalui BNPB akan memberi stimulan untuk rumah yang kategori rusak berat sebesar Rp. 50 juta di luar ongkos pengerjaannya, kemudian rusak sedang Rp. 24 juta, dan rusak ringan Rp. 10 juta.

Untuk itu Gubernur Jatim mempercepat proses identifikasi, validasi dan pendataan rumah rusak kategori berat, sedang, dan ringan termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial dilakukan dengan lebih cepat.

Setelah melakukan peletakan batu pertama khofifah juga meninjau posko trauma healing yang diperuntukkan bagi anak-anak pengungsi korban gempa serta membagikan paket buku dan alat tulis.

“Bagaimana anak-anak sehat semua? Meskipun dalam keadaan seperti ini anak-anak semua harus tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita ya,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Malang H.M. Sanusi mengatakan, berbagai bantuan yang masuk ke Pemkab Malang untuk proses percepatan pembangunan rumah korban terdampak gempa. Pembangunan 14 rumah ini diharapkan segera selesai agar warga bisa memulai hidup normal kembali.

“Kemarin kita mendapat bantuan dari para dermawan sebanyak Rp. 510 juta dan OJK sebanyak Rp. 300 juta. Dana ini mohon izin Ibu Gubernur, akan kami gunakan langsung untuk pembangunan rumah . Nantinya bantuan dari BNPB bisa diteruskan oleh mereka untuk membangun rumah sendiri,” ujarnya. (FL/Biro Humas Pemprov Jatim)