Komisi Antikorupsi Myanmar Tuding Suu Kyi Terima Suap

maiwanews – Media pemerintah Myanmar Kamis 10 Juni mengabarkan Komisi Antikorupsi negara itu menuding Aung San Suu Kyi terlibat kasus suap dan penyalahgunaan wewenang. Kegiatan melawan hukum itu dilakukan dalam kesepakatan-kesepakatan real estat untuk mendapatkan keuntungan.

Pengacara Suu Kyi telah membantah tuduhan itu, sementara para pendukung Suu Kyi menilai tudingan lembaga pemerintah tersebut bermotif politik. Tuduhan korupsi juga dinilai sebagai upaya mendiskreditkan Suu Kyi sekaligus melegitimasi pengambilalihan kekuasaan oleh militer Myanmar.

Jika pengadilan menetapkan tudingan jaksa penuntut dalam gugatannya terbukti benar, maka Suu Kyi tidak diperbolehkan ikut jika digelar pemilihan umum.

Selain korupsi, Suu Kyi juga menghadapi dakwaan menyebar informasi berpotensi menimbulkan kekhawatiran dan keresahan masyarakat. Ia juga harus menhadapi tuduhan pelanggaran terhadap Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam dimana dia dianggap telah melanggar pembatasan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) saat kampanye pemilihan umum (pemilu) 2020.

Beberapa tuduhan lainnya (1) yaitu impor alat komunikasi walkie-talkie secara ilegal, (2) penggunaan frekuensi radio tanpa izin, (3) pelanggaran terhadap Undang-Undang Rahasia Negara era kolonial. (z/VOA)