Korwil-KSN Sulsel Gelar Demo Minta Cabut Omnibus Law dan UU Cipta Kerja

Demo Korwil KSN Sulsel 22_11_2022
Aksi Demo Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Nusantara Sulawesi Selatan di depan Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo, Tuntut tolak upah murah, kenaikan UMP sesuai dengan kenaikan harga BBM 30%, dan cabut Omnibus Law serta UU Cipta Kerja, (22/11/2022).(foto:andik)

maiwanews – Koordinasi Wilayah Konfederasi Serikat Nusantara Sulawesi Selatan (Korwil-KSN Sulsel) menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Kota Makasaar, Selasa (22/11/2022). Aksi yang diikuti lebih kurang 50 massa ini mendesak Gubernur Sulawesi Selatan untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2023.

Massa Korwil-KSN Sulsel berorasi bergantian menggunakan pengeras suara diatas mobil Pickup sebagai panggung orasi serta membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan. Adapun tuntutannya, tolak upah murah, tetapkan UMP sesuai kenaikan harga BBM 30 persen, cabut Omnibus Law, dan UU Cipta kerja serta penjajahan gaya baru.

Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbang Provinsi Sulsel, H. Andi Iqbal yang didampingi, Dinnaker Prov. Sulsel, Akhiruddin, menemui perwakilan Korwil-KSN Sulsel diruang penerima Aspirasi Kantor Gubernur Sulsel.
Andi Idbal, mengatakan aspirasi yang disampaikan Korwil-KSN Sulsel akan disampaikan ke pimpinan, karena kapasitas saya hanya sebagai penerima aspirasi bukan sebagai penentu kebijakan.

“Kapasitas saya disini hanya sebagai penerima aspirasi bukan sebagai penentu kebijakan yang mana penentu kebijakan yang sebenarnya hanya Pemerintah pusat khusus nya Kementerian ketenaga kerjaan,” ujar Andi Igbal saat menerima 12 orang perwakilan dari Korwil-KSN Sulsel.

Sementara itu, Dinnaker Prov. Sulsel, Akhiruddin, mengatakan terkait pengupahan pihak Disnaker akan melakukan rapat tentang UMP 2023. Dan apa yang sudah disampaikan Korwil-KSN Sulsel bisa diusulkan. Jadi kepada teman-teman Korwil-KSN Sulsel mohon bersabar.

“Saya sebagai dewan pengupahan sudah memasukkan nama dari Konfederasi Serikat Nusantara Sulawesi Selatan, untuk bisa diusulkan apa yang menjadi tuntutan dari saudara-saudara sekalian,” pungkasnya.(andik)