KPAI Sayangkan Revisi SKB Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

maiwanews – KPAI menyayangkan keputusan pemerintah merevisi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terkait proses belajar mengajar di masa pademi. Pembelajaran tatap muka tadinya hanya boleh dilakukan di zona hijau, namun sejak direvisi, maka dapat dilakukan juga di zona kuning.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, Senin 10 Agustus mengatakan izin pembelajaran tatap muka di zona kuning sebagaimana revisi SKB 4 menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri) seharusnya dievaluasi terlebih dahulu. Dengan demikian dapat dilakukan perbaikan berdasarkan pengalaman pembelajaran tatap muka di zona hijau.

Proses belajar mengajar tatap muka di zona hijau dikatakan sangat beresiko bagi anak-anak. Berdasarkan data Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka akan ada 249 kabupaten/kota mendapat izin membuka sekolah, ini setara dengan 42 persen jumlah peserta didik.

KPAI beberapa waktu lalu melakukan pengawasan pada zona hijau di 15 sekolah di wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Berdasarkan pengawasan itu, Retno mengatakan hanya satu sekolah siap dan memenuhi daftar periksa yaitu Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 Kota Bandung Jawa Barat.

Di zona hijau Pariaman Sumatera Barat, seorang guru dan satu orang operator sekolah terinfeksi virus corona, padahal proses belajar mengajar sistem tatap muka telah berlangsung selama sepekan. Di wilayah lain, Bengkulu, zona hijau berubah menjadi merah setelah membuka sekolah selama dua pekan sejak 20 Juli.

Retno menegaskan dalam kondisi pandemi ini harus mengutamakan hak hidup, hak sehat, baru kemudian hak pendidikan. Jika harus memilih, hak hidup dan hak sehat lebih utama. (VoA/fw/em)