KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka

Ketua KPK Firli Bahuri.

maiwanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Minggu 28 Februari dinihari dalam konferensi pers menyampaikan telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus suap proyek infrastruktur.

6 orang ditahan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Jumat 26 Februari pukul 23:30 WIB hingga Sabtu 27 Februari pukul 00:30 WIB. Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda yaitu Rumah Dinas Edy di kawasan Hertasening, Jalan Poros Bulukumba, dan Rumah Jabatan Gubernur Nurdin.

3 diantaranya diyakini oleh KPK sebagai tersangka, yaitu Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel Edy Rahmat (ER), dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto (AS). 3 orang lainnya adalah NY (supir AS), SB (ajudan NA), dan IF (supir ER).

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan kronologi penangkapan OTT pada Jumat 26 Februari dimulai dengan adanya laporan masyarakat akan rencana serah terima uang dari AS kepada NA melalui ER.

Pukul 20:24 WITA AS dan IF bertemu ER di sebuah rumah makan di Kota Makassar. Mereka kemudian menuju Jalan Hasanuddin Makassar, IF mengemudikan mobil milik ER, sedangkan AS dan ER bersama dalam mobil AS. Dalam perjalanan AS menyerahkan proposal proyek infrastruktur di Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2021 kepada ER.

Pukul 21:00 WITA IF mengambil koper dari mobil AS lalu dipindahkan ke mobil ER. Pukul 23.00 WITA AS diamankan saat dalam perjalanan menuju Kabupaten Bulukumba. Pukul 00.00 WITA ER diamankan di rumah dinasnya beserta barang bukti berupa uang dalam koper sejumlah sekitar Rp2 miliar. Sabtu 27 Februari pukul 02:00 WITA NA turut diamankan di rumah dinasnya. (KPK)