LaNyalla Ungkap 5 Langkah Bantu UMKM Saat Pandemi

Ketua DPD LaNyalla Mattalitti. Jumat 23 Juli 2021

maiwanews – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat sebagai pembicara utama dalam webinar (web seminar) yang diadakan oleh HIPMIKIMDO (Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia), Jumat, 23 Juli 2021, yang bertema Implementasi Kebijakan Keringanan Pajak Atas UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua DPD RI, mengatakan dimasa pandemi Covid-19 dampak yang dirasakan bukan hanya dari sektor ketahanan kesehatan nasional, tetapi berimbas juga ketahanan ekonami nasional dan masyarakat. Salah satu yang merasakan dampak pandemi adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Indonesia juga mengalami resesi seperti negara lain. Provinsi di Indonesia hampir semua terkontraksi, sektor investasi di tahun 2020 masih belum mampu memulihkan ekonomi kita.

Mantan Ketua Kadin Provinsi, mengatakan, bahwa dia dapat merasakan betul menjadi pengusaha kecil dan menengah di masa pandemi ini tidak mudah, karena mereka mengandalkan transaksi langsung dalam pasar atau market space. Jadi yang dialami pelaku UMKM saat pandemi ini sangat berbeda waktu indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1998.

Perbedaannya waktu itu UMKM masih bisa bertahan karena pasar masih buka seperti biasannya dan transaksi langsung tidak dibatasi, tetapi dimasa pandemi ini berbeda karena pembatasan aktivitas pertemuan langsung di dalam pasar. Ditambah kebijakan PPKM Darurat untuk mengatasi lonjakan kasus corona. Kebijakan ini memaksa pasar dan pertokoan tutup atau dibatasi.

LaNyalla menambahlkan, Pemerintah dan semua pemangku kepentingan, utamanya HIPMIKIMDO harus melakukan pendekatan berbeda, agar para pelaku UMKM masih tetap bisa hidup atau meringgankan beban. Dia menambahkan ada lima langkah prioritass HIPMIKIMDO yang dapat membantu anggotanya.

Langkah Pertama, mendorong perubahan perpindahan pasar, yang semula market space menjadi marketplace. Jadi anggota HIPMIKIMDO harus masuk ke pasar online mau tidak mau.

Langkah Ke dua, memperkuat networking dengan perbankan yang merupakan sumber pendapatan. Karena UMKM dapat cepat untuk recovery dan set up dengan pendanaan yang terjangkau.

Langkah ke tiga UMKM harus menjalin sinergi dengan perguruan tinggi, agar UMKM mendapat bantuan berupa pelatihan dan transfer pengetahuan tentang digitalisasi ke pengusaha kecil yang wilayahnya dekat dengan perguruan tinggi tersebut.

Langkah ke empat HIPMIKIMDO membantu administrasi perizinan dan pendaftaran di instansi terkait, sehingga keberadaan HIPMIKIMDO sangat terasa manfaatnya untuk anggotanya.

Langkah ke lima, akses seluas-luasnya setiap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah dikeluarkan pemerintah, lewat Kamar Dagang dan Industri di semua daerah Indonesia.

Mantan Ketua PSSI ini masih sering mendapat aspirasi masyarakat, mereka mengaku belum merasakan manfaat program PEN. Untuk membantu pemerintah agar program PEN bisa sesuai sasaran maka LaNyalla meminta agar semua pihak terkait ikut berperan langsung.

Selain itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Martin Manurung dan seorang pengusaha, jonny Sinaga, menjadi salah satu pengisi penanggap di webinar. (FL/Kominfo Pemprov Jatim)