Latihan Perang NATO “Neptune Strike 22” Dimulai Hari Senin

20220117-kapal-induk-kelas-nimitz-uss-harry-s-truman
Kapal induk kelas Nimitz USS Harry S. Truman, transit dalam formasi untuk latihan manuver di Laut Mediterania. Senin, 17 Januari 2022.

maiwanews – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) memulai latihan perang hari Senin (24/01/2022) pekan depan. Latihan maritim selama 12 hari di Laut Mediterania diberi nama Neptune Strike 22.

Pentagon hari Sabtu (22/01/2022) pukul 5 dini hari WIB atau Jumat waktu setempat mengkonfirmasi keikutsertaan kapal induk USS Harry S Truman pada latihan itu. Sekretaris Pers Dephan AS (Departemen Pertahanan) Amerika Serikat John F Kirby USS Harry S Truman bersama dengan kelompok serangan kapal induk dan sayap udara akan menjadi kontribusi utama Dephan AS untuk latihan tersebut.

Latihan akan dipimpin oleh Wakil Laksamana Angkatan Laut AS Eugene H Black III, ia menjabat sebagai komandan Strikeforce NATO dan juga komandan Armada Keenam Angkatan Laut AS.

Serangan Neptunus 22 (Neptune Strike 22) dirancang untuk menunjukkan kemampuan NATO mengintegrasikan kemampuan serangan maritim kelas atas dari kelompok serangan kapal induk untuk mendukung pencegahan dan pertahanan aliansi tersebut, demikian keterangan Kirby kepada wartawan.

Kelompok serang kapal induk USS Harry S Truman akan ditempatkan di bawah kendali operasional NATO dan berfungsi sebagai pusat kegiatan sebagaimana direncanakan. Hal ini diharapkan mendorong kemampuan sekutu NATO untuk bekerja sama dan berintegrasi secara efektif.”

Program latihan militer Neptune Strike 22 telah direncanakan sejak 2020, kata Kirby, meskipun dia mengakui bahwa ketegangan saat ini di Eropa karena ketidakpastian tentang niat Rusia mengenai Ukraina menjadi bahan pertimbangan ketika memutuskan apakah akan melanjutkan rencana program latihan di Laut Mediterania.

Kirby menjelaskan, karena perencanaan Neptune Strike 22 dimulai pada tahun 2020, latihan ini tidak dirancang untuk memasukkan skenario terkait langsung dengan peristiwa terkini di Eropa. Skenario latihan tidak secara langsung merupakan antisipasi atar langkah Rusia di Ukraina.

Saat ini, kata Kirby, Amerika Serikat melihat kehadiran pasukan Rusia dengan jumlah cukup besar di bagian Barat Rusia dekat perbatasan dengan Ukraina. Tidak jelas sekarang mengapa pasukan itu ada di sana.

Pejabat Rusia telah membantah kekhawatiran beberapa negara akan adanya rencana menginvasi Ukraina. Namun menurut Kirby, penumpukan pasukan terus mengkhawatirkan. Menurutnya, satu cara kunci signifikan untuk untuk deeskalasi adalah Rusia menarik beberapa pasukan itu mundur dari perbatasan dengan Ukraina. (z)