Letjen Purn Kemal Idris Meninggal Karena Sakit

kemal idrismaiwanews – Letjen (Purn) Kemal Idris, meninggal dunia karena sakit. Almarhum meninggal sekitar pukul 04.00 WIB di RS Abdi Waluyo, Jakarta, Rabu, 28 Juli 2010.

Jenderal berbintang tiga  yang dikenal sebagai tokoh petisi 50 bersama dengan Ali Sadikin itu, meninggal dunia pada usia 87 tahun. Jenazah lmarhum kini disemayamkan di rumah duka di Jl Duta Indah, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Almarhum Kemal Idris dikenal aktif mengkritisi penguasa orde baru melalui Petisi 50. Paska kejatuhan Soeharto, Kemal cs kemudian melanjutkan sikap kritisnya dalam sebuah wadah baru yang disebut Barisan Nasional (Barnas).

Melalui pasukan Kala Hitam yang dipimpinnya, Kemal Idris pada masa revolusi aktif memanggul senjata melakukan perlawanan terhadap Belanda yang akan kembali menguasai Indonesia.

Dalam buku ‘Kemal Idris Bertarung Dalam Revolusi’ yang ditulis H. Rosihan Anwar, Ramadhan K.H., Ray Rizal, dan Din Madjid, menyebutkan bahwa saat Bung Karno sibuk dengan urusan politik dan mengabaikan ekonomi, Kemal Idris juga pernah mengarahkan meriam ke Istana Negara.

Menurut rencana, jenazah Almarhum Kemal Idris akan dimakamkan setelah Dhuhur di pemakaman keluarga kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat.