Lindungi Babinsa yang Bela Rakyat, Brigjen Junior Surati Kapolri

maiwanews – Membela anggotanya karena bantu rakyat, Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar, menulis surat terbuka kepada Kapolri meminta agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak perlu sampai dipanggil ke kantor polisi untuk diperiksa.

Dalam surat tertanggal 15 September itu, Brigjen Junior mengatakan, Babinsa sebagai bagian dari sistem pertahanan negara di darat, dalam menjalankan tugas sehari-harinya diajari untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Oleh karena itu kata Brigjen Junior, dirinya mengapresiasi langkah Babinsa yang membela seorang warganegara bernama Ari Tahiru (67) yang sedang berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulawesi Utara (Sulut).

Brigjen Junior prihatin atas pemanggilan Babinsa oleh Polresta Manado terkait masalah konflik lahan tersebut. Junior juga menyoroti soal Brimob Polda Sulut yang mendatangi Babinsa saat bertugas di tanah Edwin Lomban.

Awalnya Ari Tahiru yang buta huruf dan miskin kata Brigjen Junior, minta perlindungan juga kepada Babinsa. Dan Babinsa pun kata dia, berusaha membantu Arif yang menurutnya ditangkap dan sampai sekarang belum dilepas.

“Ari Tahiru yang buta huruf dan miskin minta perlindungan juga kepada Babinsa. Tapi dia (Arif Tahiru) ditangkap sampai sekarang belum dilepas itu,” kata Brigjen Junior.

Surat tulis tangan Brigjen Junior itu dengan tembusan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit, pengacara Ari Tahiru, dan anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.