Mantan Agen CIA Dituduh Jadi Mata-Mata China

maiwanews – Mantan agen Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) dituduh melakukan kegiatan spionase. Ia juga pernah menjadi pegawai kontrak penerjemah untuk Biro Penyelidik Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) juga dituduh menjadi mata-mata China.

Berdasarkan dokumen gugatan pidana (diungkap Senin 17 Agustus) di pengadilan federal Honolulu, mereka menghadapi tuduhan, termasuk diantaranya adalah mengungkapkan rahasia perdagangan dan informasi tentang sumber-sumber kepada petugas intelijen.

Alexander Yuk Ching Ma dituduh membocorkan rahasia pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada petugas intelijen China. Ching Ma mengungkap informasi rahasia Amerika di sebuah kamar hotel di Hong Kong dalam tiga hari pada Maret 2001. Ching Ma terus melakukan komunikasi dengan petugas intelijen China setelah ia bekerja sebagai ahli bahasa di FBI.

Ching Ma didakwa di pengadilan federal di Honolulu. Ia tidak mempunyai pengacara terdaftar di catatan pengadilan. Ia dituduh bersekongkol dengan pihak asing mengumpulkan dan memberi informasi pertahanan nasional AS kepada negara lain.

Ia ditangkap pekan lalu dalam operasi penjebakan baru-baru ini. Dalam operasi itu, petugas hukum menyamar dan memberikan uang tunai kepada Ching Ma. (VoA/ps/ii/DBS)