Menhan AS Dinyatakan Positif COVID-19

20210505-lloyd-austin
Menhan AS Lloyd Austin memberikan sambutan dalam pertemuan virtual dengan pimpinan 26 organisasi militer dan veteran berbeda di Pentagon. Rabu 5 Mei 2021.

maiwanews – Menhan AS (Menteri Pertahanan Amerika Serikat) Lloyd J austin III dinyatakan positif COVID-19 (Corona Vidrus Disease 2019). Dalam pernyataannya Senin 3 Januari sekitar pukul 8 pagi WIB atau Minggu 2 Januari waktu setempat, ia mengaku meminta dites COVID setelah terasa gejala.

“Gejala ringan, dan saya mengikuti petunjuk dokter”, kata Menhan Austin. Sesuai arahan dokter dan pedoman pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat, ia akan melakukan karantina di rumahnya selama 5 hari.

“Membendung penyebaran virus ini, melindungi tenaga kerja kita dan memastikan pemulihan saya sendiri yang cepat dan aman tetap menjadi prioritas saya”, ungkap Menhan Austin. Ia berupaya agar dapat menghadiri pertemuan-pertemuan dan diskusi-diskusi penting untuk menginformasikan kesadaran situasional dan pengambilan keputusannya selaku menhan.

Wakil Sekretaris Hicks dikatakan akan mewakili dirinya jika diperlukan dalam hal-hal lain. Menhan Austin telah memberi tahu tim kepemimpinan dan kepada presiden tentang hasil tes positifnya. Staf dephan (Departemen Pertahanan) telah memulai pelacakan kontak dan pengujian semua orang selama sepekan terakhir.

Pertemuan terakhir Menhan Austin adalah dengan Presiden AS Joe Biden. Petemuan itu berlangsung pada Selasa 21 Desember, lebih dari sepekan sebelum Menhan Austin mulai mengalami gejala. “Saya dites negatif pagi itu juga. Saya tidak berada di Pentagon sejak Kamis, di mana saya bertemu sebentar – dan hanya – dengan beberapa anggota staf saya. Kami benar-benar menggunakan masker dan menjaga jarak secara sosial”, Menhan Austin menjelaskan.

Penjelasan dokter menyebutkan status Menhan Austin, vaksinasi penuh dan booster pada awal Oktober telah membuat infeksi jauh lebih ringan daripada seharusnya. Menhan Austin menegaskan bahwa vaksin berfungsi dan akan tetap menjadi persyaratan medis militer bagi tenaga kerja Dephan AS. (Pentagon/hiu)