Menhan Prabowo ke Turki Bahas Kerjasama Pesawat Tanpa Awak

maiwanews – Kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Turki pada akhir bulan Juli 2020 mengejutkan dunia pertahanan. Betapa tidak, kunjungan Prabowo kali ini merupakan kunjungan kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada 27-29 November 2019 lalu.

Juru bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, kunjungan Menhan Prabowo ke Turki dalam rangka melanjutkan pembicaraan kerjasama bilateral industri pertahanan kedua negara.

Informasi kunjungan kedua Menhan Prabowo ke Turki tersebut diketahui publik menyusul unggahan Presiden Industri Pertahanan Turki, Ismail Demir dalam akun Twitter-nya @IsmailDemirSSB pada Rabu (22/7/2020).

Menurut Ismail, pertemuan Menhan Prabowo dengan dirinya membahas soal rencana kerjasama industri alat utama sistem pertahanan (alutsista), salah satunya adalah pesawat tanpa awak atau unmanned aircraft vehicle (uav).

Turki memiliki kemampuan operasional dan pengalaman paling luas dalam penggunaan pesawat tanpa awak di antara negara-negara eropa. Turki berhasil merealisasikan program pengembangan dan produksi pesawat tanpa awak dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sekaligus berhasil membuktikan kehandalan persenjataan buatan anak bangsanya di medan perang modern.

Belum lama berselang, dalam operasi militer bernama Perisai Musim Semi di Suriah dan Irak, angkatan bersenjata Turki dengan menggunakan drone militer, berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Pantsir buatan Rusia.

Bukan hanya itu, jauh sebelumnya, Turki sudah sukses menggunakan drone bersenjata di sejumlah operasi militer. Pakar industri pertahanan di Turki, Bahri Mert Demirel seperti dikutip dari situs aa.com.tr mengatakan, penggunaan pesawat tanpa awak Turki sudah digunakan pada sejumlah medan perang di Suriah diantaranya Operasi Perisai Eufrat 2016, Operasi Ranting Zaitun 2018, dan Operasi Mata Air Perdamaian 2019.

Seperti diketahui, pada kunjungan pertama Menhan Prabowo Subianto ke Turki tahun lalu, selain bertemu dengan menteri pertahanan Turki, Ketua Umum Gerindra itu juga bertemu dengan Presiden Turki Reccep Tayyib Erdogan.

Dalam bidang pertahanan, kedua negara terlah sukses mengambangkan persenjataan berupa medium tank yang melibatkan Pindad dari Indonesia dan FNSS dan Turki. Di Indonesia, tank hasil produksi bersama tersebut dinamakan tank harimau yang saat ini sudah siap diproduksi massal.

Diharapkan, kerjasama lebih luas antara industri militer Indonesia dengan Turki segera terwujud dan agar segera menambah kekuatan persenjataan TNI mengahadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi atas semakin meningkatnya eskalasi militer di salah satu halaman utama Indonesia, Laut China Selatan. (maiwanews)