Menlu Iran Tegaskan AS Harus Patuhi Kesepakatan Nuklir

maiwanews – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat harus menghormati kesepakatan nuklir 2015 sepenuhnya. Penegasan itu disampaikan dalam sebuah surat kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Saeed Khatibzadeh Sabtu 13 Maret mengatakan surat kepada Borrell dikirim pada 12 Maret. Isinya menjelaskan sikap Teheran tentang perkembangan berkaitan dengan kesepakatan nuklir Iran 2015, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

Menlu Zarif menekankan jika Amerika Serikat (AS) berniat menebus pelanggaran kesepakatan nuklir dan penerapan sanksi terhadap Iran, ia harus melanjutkan menghormati JCPOA secara penuh karena pelanggaran pada langkah pertama.

Bulan lalu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei menggarisbawahi bahwa Iran akan kembali menghormati JCPOA hanya setelah AS menghapus semua sanksi terhadap Teheran dengan cara praktis dan dapat diverifikasi.

JCPOA ditandatangani pada tahun 2015 antara Iran dan enam negara dunia dan diratifikasi dalam bentuk Resolusi 2231.. Keenam negara itu adalah AS, Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan China.

Namun Donald Trump ketika menjadi presiden AS secara sepihak menarik negaranya keluar dari JCPOA pada Mei 2018 dan menerapkan kembali sanksi setelah sebelumnya dicabut oleh kesepakatan tersebut.

Pada Mei 2019 Iran mulai mengurangi komitmen JCPOA-nya setelah pihak-pihak Eropa gagal memenuhi kesepakatan mereka dan mengkompensasi ketidakhadiran Washington. (Tasnim)