Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap dan Gratifikasi

maiwanews – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) membantah terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi sebagaimana disangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NA bersama dua orang lainnya yaitu Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel Edy Rahmat (ER) dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto (AS), ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Minggu 28 Februari dinihari NA menegaskan ER melakukan transaksi tanpa sepengetahuaanya. Meski demikian ia ikhlas menjalani proses hukum. NA juga meinta maaf kepada seluruh masyarakat Sulsel.

NA dan ER disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan AS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*d)