Operasi Yustisi agar Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

maiwanews – Operasi Yustisi digelar serentak mulai hari Senin 14 September. Kebijakan ini sebagai langkah untuk menegakkan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dan menekan persebaran COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Dengan tegaknya kedisiplinan tersebut, akan mempercepat pemulihan kesehatan dan selanjutnya kebangkitan ekonomi nasional.

Hal itu ditegaskan dalam dialog bertema “Operasi Yustisi Dorong Pemulihan Kesehatan dan Percepatan Kebangkitan Ekonomi”. Dialog berlangsung pada Senin 14 September di Media Center KPCPEN Jakarta, diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Penegakan kedisiplinan diterapkan secara bertahap, mengedepankan upaya persuasif simpatik hingga penegakan hukum. Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia Brigjen Pol Awi Setiyono selaku narasumber.

Brigjen Pol Awi menambahkan, penegakan kedisiplinan dimulai dengan teguran hingga sanksi denda dan kerja sosial bahkan pencabutan izin tempat usaha. Adapun sasaran operasi dilakukan di daerah berpotensi menjadi klaster baru. Pihak kepolisian akan bekerjasama dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Pemda (Pemerintah Daerah) serta para pemangku kepentingan. Selain itu juga melibatkan komunitas-komunitas masyarakat.

Sanksi bagi pelaku pelanggaran disesuaikan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2020 dan mengikuti peraturan daerahnya. Di lokasi akan disiapkan sidang di tempat, melibatkan Kejaksaan, Panitera, dan Hakim. Dengan demikian pelanggar dapat langsung menjalani hukuman baik denda maupun kerja sosial setelah hakin memutuskan bersalah. (Setkab/KPCPEN/EN)