Pasukan Azerbaijan dan Armenia Perang di Nagorno-Karabakh

maiwanews – Pasukan Azerbaijan dan Armenia terlibat perang di wilayah Nagorno-Karabakh Sabtu 3 Oktober. Kedua negara mengabaikan seruan beberapa negara termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Perancis, dan Rusia. Wilayah itu merupakan kantong Azerbaijan namun didominasi oleh etnis Armenia.

Sejumlah media melaporkan kontak senjata terjadi setelah ibu kota regional, Stepanakert, diserang pasukan Azeri. Otoritas Nagorno-Karabakh mengatakan pasukan Azeri melakukan serangan dengan roket ke kota utamanya, Stepanakert, seminggu setelah pihak bertikai saling serang dengan tank dan rudal.

Pejabat militer Armenia mengklaim telah menghalau serangan Azebaijan dan menembak tiga pesawat. Klaim bahwa tiga pesawatnya tertembak jatuh dibantah pihak Azerbaijan. Sebaliknya, pejabat militer Azerbaijan menuduh personil Armenia menembaki wilayah sipil.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan Sabtu 3 oktober pasukannya telah memegang kendali daerah strategis, Desa Madagiz.

Berdasarkan pengakuan pejabat kedua negara, korban di kedua belah pihak akibat pertempuran itu sudah mencapai 150 orang meninggal di kawasan Kaukasus Selatan. Kawasan ini bergolak sejak pertempuran mulai pada 27 September lalu.

Presiden Azerbaijan dalam pernyatannya mengatakan satu-satunya cara mengakhiri pertempuran itu adalah Armenia mundur dari Nagorno- Karabakh. (VOA/vm/ft)