PBB Desak Negara-negara Beri Kelonggaran Bagi Pelaut

maiwanews – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah negara-negara untuk memberi kelonggaran bagi para pelaut di tengah pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Lebih dari 300 ribu pelaut dilaporkan terjebak di laut akibat diberlakukannya pembatasan untuk mengatasi pandemi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres bersama perusahaan perkapalan, serikat pekerja dan organisasi maritim, mendesak pemerintah negara-negara menyatakan awak kapal perdagangan laut sebagai pekerja penting dan memungkinkan mereka bepergian dengan lebih bebas.

Lebih dari 80 persen volume perdagangan global diangkut melalui laut, dengan demikian dua juta pelaut dunia memainkan peran penting dalam perdagangan internasional.

Kapten kapal Hedi Marzougui mengatakan para pelaut makin putus asa, sudah setahun lebih mereka dilarang mendarat akibat merebaknya virus korona. Hal itu disampaikan mewakili para pelaut pada Kamis 24 September dalam pertemuan dengan para eksekutif perkapalan dan pejabat pemerintah di sela-sela Sidang Umum PBB pekan ini.

Banyak perbatasan ditutup setelah pandemi, hal itu menyulitkan pergantian awak kapal, karenanya pelaku usaha terus memperpanjang kontrak para pelaut. (VOA/ka/pp)