PELNI Siapkan Armada Kapal Angkut Penumpang ke Pelabuhan Tertentu

maiwanews – PELNI siap kembali mengangkut penumpang dengan syarat. Kebijakan diambil setelah menerima Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, No.4 Tahun 2020. Juga Surat Edaran Dirjen Hubla, No.21 Tahun 2020.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia/PELNI (Persero) O.M. Sodikin di Jakarta Rabu 13 Mei mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan penjualan tiket bagi penumpang sesuai syarat dari Gugus Tugas. Kapal akan berlayar ke pelabuhan di Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Salah satu syarat bagi penumpang adalah membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan maupun KKP setempat. Dalam surat keterangan itu harus menyatakan negatif terpapar Corona Virus Disease (COVID-19).

Manajemen juga akan memastikan dilaksanakan protokol kesehatan selama kegiatan operasional berlangsung. Protokol kesehatan tersebut terkait upaya menangkal penyebaran virus di atas kapal. Interaksi antara petugas kapal dan penumpang juga akan dibatasi.

Kepala Kesekretariatan PT PELNI, Yahya Kuncoro, mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pengelola pelabuhan dan otoritas di pelabuhan, dengan demikian diharapkan pelaksanaan protokol kesehatan dapat lebih diawasi selama kegiatan operasional berlangsung.

Yahya mengatakan PELNI sedang melakukan sosialisasi ke seluruh cabang dan kapal terkait pelaksanaan ini. PELNI juga telah menyiapkan langkah untuk melaksanakan prosedur physical distancing selama perjalanan. Yaitu dengan mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal, skema jaga jarak antar penumpang baik itu pada nomor tempat tidur ataupun saat pengambilan makan.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No 21/2020, layanan penumpang diberikan kepada orang yang bekerja pada lembaga Pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia yang berkaitan dengan pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Layanan operasional penumpang juga diberikan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia juga, serta bagi repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI, dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, dan pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal. (Kominfo)