Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali Hingga 6 September

20210720-joko-widodo-jokowi-saat-menyampaikan-perkembangan-ppkm-darurat
Presiden Jokowi saat menyampaikan perkembangan PPKM Darurat. Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa 20 Juli 2021.

maiwanews – Pemerintah memperpanjang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) wilayah Pulau Jawa dan Bali. Keputusan itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Senin 30 Agustus di Istana Merdeka Jakarta. PPKM kali ini berlaku mulai tanggal 31 Agustus hingga 6 September 2021. Perpanjangan ini dibarengi dengan penurunan level di beberapa daerah.

Pada PPKM periode 31 Agustus-6 September ada penambahan wilayah anglomerasi masuk dalam PPKM Level 3 yaitu Malang Raya dan Solo Raya. Dengan penambahan itu maka total wilayah anglomerasi dengan PPKM Level 3 ada 5 wilayah, 3 lainnya yaitu Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya. Satu wilayah anglomerasi lainnya yaitu Semarang Raya masuk ke level 2.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa secara keseluruhan di Jawa-Bali PPKM Level 4 berlaku di 25 kabupaten/kota setelah sebelumnya 51 kabupaten/kota. Untuk level 3 mengalami penambahan dari 67 menjadi 76 kabupaten/kota. PPKM Level 2 juga bertambah dari 10 menjadi 27 kabupaten/kota.

Di luar Jawa-Bali, pemberlakuan PPKM Level 4 menurun dari 104 menjadi 85 kabupaten/kota. Untuk PPKM Level 3 turun dari 234 menjadi 232 kabupaten/kota, level 2 bertambah dari 48 menjadi 68 kabupaten/kota, dan level 1 dari tidak adan menjadi 1 kabupaten/kota.

Tren positif sepekan terakhir dikatakan dibarengi dengan membaiknya penerapan protokol kesehatan (prokes). Berdasarkan evaluasi itu pemerintah melakukan penyesuaian terhadap pembatasan mobilitas masyarakat.

Sebelumnya, tanggal 3-20 Juli pemerintah memberlakukan PPKM Darurat. 21-25 Juli pemerintah memberlakukan PPKM Level 4, 26 Juli hingga 2 Agustus PPKM Level 4, 3 hingga 9 Agustus PPKM Level 4. Pada 10-16 Agustus diberlakukan PPKM Level 2-4 di Jawa-Bali. (z/Setkab/maiwanews)