Pemilu Jerman, 60 Juta Orang Memilih Perwakilan di “Bundestag”

20210925-ilustrasi-kotak-suara-pemilu-jerman
Ilustrasi pemilu Jerman.

maiwanews – Rakyat Jerman hari ini menggunakan hak politik dalam pemilihan anggota parlemen baru untuk kemudian memilih kanselir sebagai kepala pemerintahan menggantikan Kanselir Angela Merkel setelah berkuasa selama 16 tahun. Kanselir Merkel menduduki jabatannya sejak tahun 2005, pada tahun 2018 ia mengumumkan tidak akan mencalonkan diri lagi.

Lebih dari 60 juta pemegang hak pilih akan menentukan wakilnya di Bundestag. Resminya, jumlah kursi di parlemen Jerman sebanyak 598, namun jumlah itu dapat bervariasi.

Bundestag adalah parlemen Republik Federal Jerman, lembaga perwakilan rakyat tertinggi di Jerman.

Para kandidat utama untuk menduduki jabatan kanselir masing-masing adalah: Armin Laschet dari Partai CDU, Annalena Baerbock dari Partai Hijau, Olaf Scholz dari Partai SPD, Christian Lindner dari Partai FDP, Janine Wissler dan Dietmar Bartsch dari Partai Kiri Die Linke, Alice Weidel dan Tino Chrupalla dari Partai AfD.

Sejak Kanselir Angela Merkel mengumumkan keputusan tidak mencalonkan diri lagi, partainya, Christian Democratic Union (CDU) mengalami kemunduran dalam pemilihan kepala daerah. Dukungan terhadap partai itu makin berkurang di tengah pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

Nasib serupa dialami Christian Social Union (CSU), partai ini disebut sebagai saudara CDU, dan keduanya disebut sebagai “Persatuan”. CDU/CSU mencalonkan Armin Laschet untuk jabatan kanselir. Kanselir Merkel telah turun tangan meminta dukungan para pemilih terhadap Laschet.

Jajak pendapat pra-pemilihan memproyeksikan tidak ada favorit jelas dalam perlombaan Bundestag, tetapi secara meyakinkan menunjukkan berkurangnya dukungan untuk aliansi konservatif CDU/CSU. Pada awal September, dukungan mencapai rekor terendah 20 persen, jauh di bawah hasil hampir 33 persen pada pemilu 2017.

Saingan utamanya CDU/CSU, Partai Sosial Demokrat (SPD) kiri-tengah pimpinan Olaf Scholz, meraih dukungan 26 persen pada pertengahan September.

Diperkirakan akan terjalin koalisi antara CDU/CSU dengan Partai Hijau di mana perubahan iklim menjadi salah satu masalah penting bagi warga Jerman. Tidak menutup kemungkinan SPD akan bergabung dalam koalisi itu. (z/RT)