Pemimpin Oposisi Venezuela Tegaskan Tidak Ada Hubungan dengan Terduga Teroris

maiwanews – Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menegaskan tidak memiliki hubungan dengan terduga pelaku terorisme. Pernyataan itu menyusul upaya invasi ke pantai dengan tujuan menangkap pemimpin sosialis Nicolas Maduro.

Mantan anggota pasukan khusus Green Beret atau Baret Hijau menyatakan bertanggung jawab atas invasi tersebut.

Guaido mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia tidak punya hubungan atau bertanggung jawab atas setiap aksi veteran perang Amerika Serikat itu. Salah seorang diantaranya, Jordan Goudreau, berulang kali mengatakan, Guaido punya kontrak dengan bisnis keamanannya, meskipun dia mengatakan, dia hanya dibayar sejumlah kecil dari kesepakatan semula.

Pejabat-pejabat Venezuela hari Minggu 3 Mei mengatakan berhasil menggagalkan serangan dengan beberapa kapal di kota pelabuhan La Guaira. Menteri Dalam Negeri Nestor Reverol menyebut para penyerang sebagai teroris bayaran. Dalam pidato (disiarkan televisi) ia mengatakan mereka datang dari Kolombia dan dengan cepat dilumpuhkan oleh pasukan Venezuela.

Pemerintah Venezuela mengatakan telah memobilisasi lebih dari 25 ribu pasukan untuk memburu sel-sel pemberontak lainnya.

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro kerap menuduh lawan politiknya berupaya menggulingkan pemerintahan saat ini. Tudingan itu dibantah para pengecam pemerintah. Pengecam menyebut tuduhan itu sebagai alasan untuk menangkap lawan-lawan politik Presiden Maduro.

Lebih dari 50 negara, termasuk Amerika, telah mengisyaratkan dukungan pada pemimpin kelompok oposisi Juan Guaido setelah pemilu tahun 2018 lalu, tetapi Maduro masih mempertahankan kendali atas militer di negara itu. Pemilu 2018 Venezuela masih disengketakan. (VoA/jm/pp/em/ii)