Pertemuan BRICS+, Jokowi Sampaikan 3 Langkah Usulan

20220625-joko-widodo-jokowi-pub14jun2022
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jumat 24 Juni 2022 menyampaikan pidato pada pertemuan BRICS+ dari Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

maiwanews – Dunia saat ini menghadapi tantangan sangat berat, baik dibidang ketahanan pangan, ketahanan energi, maupun stabilitas keuangan. Untuk itu Presiden Joko Widodo menyampaikan 3 langkah usulan pada pertemuan BRICS+.

Dalam pidatonya hari Jumat (24/06/2022) melalui konferensi video, Presiden Jokowi (Joko Widodo) menyampaikan, dalam menghadapi tantangan global, langkah pertama diperlukan sinergi. Indonesia dikatakan akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan.

BRICS plus merupakan perluasan dari BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa).

Kedua, Presiden Jokowi mengusulkan menempuh langkah mendorong negara-negara memperkuat kemitraan global untuk SDGs. Penguatan kemitraan fokus pada pendanaan pembangunan. Kesenjangan pendanaan SDGs mengalami peningkatan dari 2,5 triliun dolar per tahun sebelum pandemi menjadi 4,2 triliun dolar per tahun pascapandemi harus segera ditutup.

SDGs adalah singkatan dari Sustainable Development Goals, kumpulan 17 tujuan global sebagaimana ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Usulan ketiga Presiden Joowi pada pertemuan dengan topik Foster Partnership for Global Development in a New Era Towards Joint Implementation of the 2030 Agenda for Sustainable Development yaitu mendorong penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru. Kerja sama BRICS dengan negara mitra harus mendukung untuk transformasi digital secara inklusif.

Pada akhir pidatonya, Presiden Jokowi mengajak semua pihak, khususnya peserta pertemuan, untuk bekerja sama. “Recover together, recover stronger”, tegasnya. (z/BPMI Setpres)