Pertemuan di Istana, Jokowi Sentil Gaya Hidup Mewah Anggota Polri

20220818-joko-widodo-jokowi-prod18agu2022
Presiden Joko Widodo

maiwanews – Presiden Jokowi memberikan pengarahan pada ratusan pejabat Polri di Istana Negara. Dalam pengarahan secara tertutup dan baru diunggah lewat YouTube pada Sabtu (15/10) tersebut, Jokowi menyinggung soal gaya hidup anggota Polri.

Jokowi mengingatkan agar para pejabat tinggi Polri bisa memiliki kepekaan mengenai kondisi ekonomi saat ini. Menurut Jokowi, secara global 66 negara berada dalam posisi rentan, termasuk 345 juta orang di 82 negara sudah masuk menderita kekurangan pangan akut.

“Ini yang semua Kapolda, Kapolres, pejabat utama Polri harus tahu keadaan, situasi seperti ini harus ngerti sehingga punya sense of crisis yang sama. Hati-hati dengan ini, hati-hati,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).

Jokowi mengingatkan para Kapolres, Kapolda, seluruh pejabat utama, perwira tinggi agar mengerem total masalah gaya hidup. Secara khusus Jokowi juga menyoroti sikap para anggota Polri, terutama yang memiliki mobil mewah atau motor-motor gede.

“Jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus, atau motor gede yang bagus, hati-hati, hati-hati, saya ingatkan hati-hati,” ungkap Jokowi.

Selama ini, Jokowi mengaku telah menerima banyak laporan terkait gaya hidup mewah pejabat Polri. Tak hanya soal kendaraan mewah, menurutnya saat ini sepatu dan baju yang dikenakan anggota Polri pun ikut disorot masyarakat.

Terlebih lagi kata dia, saat ini interaksi sosial di tengah masyarakat telah berubah. Pasalnya sambung dia, setiap individu bisa mengabarkan berita melalui media sosial.

“Pribadi-pribadi kita sekarang bisa menjadi surat kabar, bisa menjadi media yang setiap saat bisa memunculkan perilaku perilaku kita sehari-hari kayak apa, meskipun sembunyi-sembunyi,” ucap Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi kembali mengingatkan para jajaran Polri untuk benar-benar memperhatikan hal itu demi menghindari letupan-letupan sosial di masyarakat.

Menurutnya, kondisi ini harus dipahami oleh Kapolda, Kapolres, dan pejabat utama Polri agar memiliki sense of crisis. Jangan sampai ujarnya, ada letupan-letupan sosial karena adanya kecemburuan sosial ekonomi. “Hati-hati,” tegas Jokowi.