Pertemuan Negara CIS, Putin Sampaikan Potensi Gangguan dari Arah Afganistan

20210926-vladimir-putin
Presiden Rusia Vladimir Putin saat berlibur di Distrik Federal Siberia. Minggu 26 September 2021.

maiwanews – Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengatakan situasi di Afganistan cukup menantang setelah penarikan pasukan AS (Amerika Serikat) dan kekuasaan jatuh ke tangan Taliban. hal itu disampaikan dalam pertemuan melalui konferensi video dengan para pemimpin delegasi badan keamanan dan intelijen Anggota Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (Commonwealth of Independent States/CIS).

Pada pertemuan hari Kamis 14 Oktober pukul 00:10 WIB (Rabu malam pukul 20:10 waktu Moskow), Presiden Putin menjelaskan sejumlah kelompok teroris internasional masih beroperasi di negara itu. Ada kemungkinan mereka mencoba mengacaukan situasi di negara-negara tetangga, termasuk negara-negara anggota CIS.

Dalam hal ini, penting untuk terus memantau situasi di perbatasan Afganistan dan siap untuk melawan para militan. Untuk melakukannya, penting untuk melakukan koordinasi pekerjaan badan-badan keamanan, dan jika perlu, melakukan operasi khusus bersama.

Presiden Putin menekankan bahwa salah satu prioritas adalah memastikan keamanan informasi negara-negara persemakmuran. Ruang informasi dan web global telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan peluang baru untuk bisnis, pendidikan, dan komunikasi. Namun, pada saat bersamaan, teknologi informasi semakin sering digunakan untuk kejahatan.

Selain bidang keamanan, Presiden Putin juga menyinggung hal terkait arus perdagangan, investasi, keuangan, dan transportasi. Negara-negara anggota oleh Presiden Putin disebut harus membantu kepentingan ekonomi anggota CIS.

Pertemuan Kepala Badan Keamanan dan Layanan Intelijen ke-17 dari negara-negara CIS dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Republik Azerbaijan Orkhan Sultanov, Kepala Badan Keamanan Negara Republik Azerbaijan Ali Nagiyev, Direktur Badan Keamanan Nasional Republik Armenia Armen Abyazyan, Ketua Badan Keamanan Nasional Republik Azerbaijan.

Hadir juga Komite Keamanan Negara Republik Belarus Ivan Tertel, Ketua Komite Keamanan Nasional Republik Kazakhstan Karim Masimov, Wakil Ketua Pertama Komite Negara untuk Keamanan Nasional Republik Kirgistan Rustam Mamasadykov, Direktur Dinas Intelijen Asing Federasi Rusia Sergei Naryshkin, Ketua Komite Negara untuk Keamanan Nasional Republik Tajikistan Saimumin Yatimov, dan Wakil Menteri Keamanan Nasional Republik Turkmenistan Guvanch Ovezov. (z/Kremlin)